Jumat, 08 November 2013

Proposal Konvensional



BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pendidikan adalah hal penting yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa karena dengan adanya pendidikan yang berkualitas, maka suatu bangsa menjadi maju dan sejahtera. Proses pembelajaran disekolah khususnya untuk di wilayah Indonesia sudah berjalan sebagaimana mestinya. Berhasilnya proses pembelajaran disekolah membuat banyaknya lulusan-lulusan akademik yang berkualitas yang dapat diandalkan di lingkungan masyarakat.
Upaya keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran lingkungan sosial sebagai lingkungan hidup sehari-hari seorang siswa. Sebagai mahkluk sosial, manusia memang tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungan sosial baik itu disadari maupun secara tidak sengaja, lingkungan sosial merupakan faktor utama yang memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu. Tidak terlepas dari hal tersebut, pengaruh lingkungan sosial begitu kuat dalam menumbuhkan motivasi siswa dalam pembelajaran disekolah.
Berbagai permasalahan mengenai pengaruh lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS Geografi  bisa mengubah pola pikir seorang siswa tentang mata pelajaran tersebut sehingga motivasi belajar siswa berkurang. Hal ini menyebabkan banyak siswa yang selalu meremehkan mata pelajaran Geografi. Berbagai faktor lainnya seperti faktor lingkungan kelas juga mempengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran IPS Geografi, sebagai contoh guru bidang studi mata pelajaran terkait cara mengajarnya apakah dapat menarik perhatian siswa atau malah menjadi pelajaran yang membosankan. Hal itu juga dapat mengurangi semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran dikelas. Selain kedua faktor tadi, ada faktor lainnya yang turut mempengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran Geografi, seperti halnya ajakan teman sekelas untuk membolos saat mata pelajaran Geografi sedang berlangsung.
Secara kajian empirik, SMA Negeri 2 Palu terdapat berbagai permasalahan seperti beberapa siswa yang kedapatan membolos saat jam belajar, siswa yang bolos dalam arti siswa tersebut keluar kelas sebentar hanya untuk menghilangkan kejenuhan dalam kelas, sesudah itu siswa yang bersangkutan masuk kembali mengikuti pelajaran. Peneliti sempat mewawancarai salah seorang guru geografi yang namanya Fitri Handayani beliau berkata masalah- masalah yang sering terjadi pada siswanya adalah seringnya terlambat masuk bila mata pelajaran geografi masuk pada jam pertama ( pagi hari ) dengan berbagai alasan yang tidak jelas dari siswanya. Namun ketika siswanya mengikuti pelajaran, mereka sangat antusias sekali. Masalah lainnya adalah ketika memasuki jam- jam akhir, beliau berkata juga bahwa ketika memasuki jam akhir saat mata pelajaran geografi atau mata pelajaran lainnya kebanyakan siswa izin keluar kelas untuk merilekskan pikiran namun setelah itu siswa kembali ke kelas. Ada juga siswa yang saat jam siang terlambat masuk kelas ketika pelajaran sudah dimulai yang dikarenakan waktu siswa terpotong pada saat jam Shalat atau siswanya terlalu lama di kantin sekolah, namun untuk sengaja membolos beliau bertutur hal itu jarang terjadi. Hasil belajar siswapun terbilang lumayan bagus.
Penelitian serupa yang  telah dilakukan di  SMP di RW 6 Bamba Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara oleh  Marlina Mohammad, S.Pd dengan judul : Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap minat belajar siswa SMP di RW 6 Bamba Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara, hasil penelitiannya menunjukan bahwa lingkungan sosial dalam hal ini adalah lingkungan keluarga sangat mempengauhi terhadap minat belajar siswa SMP di RW 6 Bamba. Dijelaskan dalam penelitian ini lingkungan sosial memberikan pengaruh yang positif dan negatif terhadap minat belajar anak.  Namun dalam penelitian ini hanya menjelaskan tentang pengaruh lingkungan sosial dalam segi lingkungan keluarga terhadap minat belajar, belum menjelaskan tentang bagaimana pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar, bukan hanya minat sehingga peneliti ingin melanjutkan penelitian ini dengan mengambil judul yang serupa namun berbeda kajiannya.
Ni Made Kariasih, dalam penelitiannya yang berjudul pengaruh kehadiran siswa dalam kelas terhadap prestasi belajar PKn di SMP 6 Katolik Santo Paulus Palu, dalam penelitiannya dijelaskan mengenai kehadiran siswa dalam kelas memberikan dampak positif terhadap prestasi belajar siswa, sedangkan ketidakhadiran siswa dalam kelas memberikan dampak yang negatif sehingga memungkinkan terjadi penurunan presatsi siswa. Dijelaskan dalam penelitiannya juga bahwa perlu adanya upaya dari guru untuk meminimalisir jumlah ketidakhadiran siswa dalam kelas seperti memberikan teguran, memberikan bimbingan dan pembinaan kepada siswa dan memberikan hukuman sesuai aturan-aturan yang berlaku. Namun dalam penelitian ini ada aspek yang belum dikaji yaitu 1).bagaimana peranan guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif didalam kelas sehingga dapat menekan jumlah ketidakhadiran siswa dalam pembelajaran 2). Apakah prestasi siswa hanya ditentukan dengan melihat persentase kehadiran? Atau apakah ada faktor lainnya yang dapat mempengaruhi prestasi siswa?
Penelitian lainnya yang serupa adalah penelitian yang berjudul Penerapan disiplin dalam menciptakan kondisi belajar yang efektif pada pembelajaran PKn di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Al-Haq Palu oleh Maryam. Dalam penelitiannya disimpulkan dengan menerapkan disiplin didalam kelas, maka akan tercipta suasana belajar yang efektif. Namun ada beberapa permasalahan yang belum diuraikan seperti bagaimana sikap siswa terhadap penerapan displin dalam kelas dan bagaimana cara merubah pendangan atau pemahaman siswa terhadap kedisiplinan sehingga siswa menganggap suatu kedisiplinan adalah sebuah hal yang menakutkan?
Lain halnya dengan penelitian yang dilakukan oleh Iktanius D. Sineri yang judul penelitiannya Persepsi Siswa tentang Kebiasaan Mengajar Guru Sejarah di SMA Negeri 1 Palu. Dalam penelitiannya, masalah yang ditemukan adalah perbedaan gaya mengajar guru dan cara menarik perhatian siswa dalam belajar. Dijelaskan dalam penelitiannya banyak siswa yang jenuh dengan gurunya karena cara mengajarnya bersifat monoton, siswa lebih tertarik dengan guru yang mengajarnya bervariasi sehinggga siswa tidak mudah jenuh. Dijelaskan juga kebiasaan mengajar guru terbagi atas kebiasaan dalam penyajian materi, pemberian penguatan, pemberian tugas, pengelolaan kelas, penilaian, pemberian motivasi dan penerapan disiplin kelas. Sedangkan persepsi siswa terhadap kebiasaan guru terbagi 2 yaitu persepsi yang bersifat positif dan persepsi yang bersifat perlu pembenahan dan pengembangan dalam pembelajaran.    
Penelitian serupa dengan penelitian oleh Iktanius D. Sineri, Ari Fardiansyah dalam penelitiannya yang berjudul Kemampuan Guru PKn dalam Mengelola Pembelajaran di SMP Wilayah Kecamatan Bolanu Lambunu, dijelaskan dalam penelitiannya Kemampuan guru dalam mengembangkan pengelolaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Bolano Lambunu secara Konsep dan pelaksanaanya sudah memenuhi syarat standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Namun  ada berbagai kendala dalam pengelolaan pembelajaran dikelas seperti kurangnya penguasaan materi, tidak tersedianya buku panduan, penjadwalan mengajar kurang tepat, minimnya pengalaman mengajar dan kurang tersedianya fasilitas atau media belajar. Namun ada permasalahan yang belum dijelaskan dalam penelitiannya yaitu bagaimana sikap dan tanggapan siswa terhadap guru dalam mengelola kelas dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran dikelas? Apakah siswa menerimanya dengan sikap positif atau malah sebaliknya?
Berdasarkan permasalahan dari penelitian – penelitian yang telah dilakukan, maka kesimpulan yang dapat diambil oleh penulis adalah bahwa anak dalam menjalani sebuah proses pendidikan tentunya banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti faktor lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah dan sebagainya. Seorang guru sebagai pendidik dan pembimbing tentunya harus memiliki kemampuan yang luar biasa dalam mendidik seorang anak yang masih butuh untuk proses perkembangan jiwa dan raganya, khususnya untuk proses pendidikan. Berbagai teknik pengelolaan kelas harus dimiliki oleh setiap guru guna mencapai tujuan pembelajaran yang lebih baik. Dalam membangun karakter anak yang lebih baik seorang guru dapat menerapkan kedisiplinan dalam belajar dan guru harus mampu merubah pemahaman siswa terhadap kedisiplinan sehingga kedisiplinan dalam belajar bukanlah menjadi momok yang menakutkan bagi siswa, namun merupakan hal yang menyenangkan sehingga dengan demikian dapat menciptakan atmosfer pembelajaran yang efektif dan maksimal.
Dengan penelitian-penelitian yang telah diuraikan serta ditambah dengan sebuah kesimpulan, penulis dapat merumuskan berbagai permasalahan yang belum dijelaskan dalam penelitiannya, adapun  perumusan masalahnya adalah sebagai berikut :
1.                  Lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa
2.                  Peran guru untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran dikelas sehingga dapat menekan jumlah ketidakhadiran siswa dalam pembelajaran dikelas
3.                  Prestasi Siswa hanya dipengaruhi oleh jumlah ketidakhadiran Siswa
4.                  Cara merubah pemahaman siswa terhadap penerapan disiplin dikelas
5.                  Sikap atau tanggapan siswa terhadap guru dalam mengelola kelas untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif di dalam kelas
Dari rumusan masalah, maka perlu adanya pembatasan masalah agar tujuan penelitian yang ingin diteliti menjadi jelas tujuannya. Permasalahan yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Tingkat signifikansi antara pengaruh lingkungan sosial ( lingkungan sekolah ) terhadap motivasi belajar siswa?
1.2  Rumusan masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka permasalahan yang ada dapat dirumuskan adalah : “apakah lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa pada pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu? “
1.3  Tujuan penelitian
Dengan memperhatikan rumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh signifikan lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu
1.4 Manfaat penelitian
1.      Bagi Sekolah, dalam hal ini untuk mengambil kebijakan sebagai bahan masukkan dan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam rangka menciptakan atmosfer yang dapat mendukung proses pembelajaran Geografi di Lingkungan SMA Negeri 2 Palu
2.      Bagi Guru, dalam hal ini sebagai pendidik diharapkan untuk lebih tegas dan disiplin terhadap anak didiknya dalam rangka mencapai tujuan utama pendidikan yaitu mendidik dan membimbing
3.      Bagi Siswa, dalam hal ini sebagai orang yang dalam proses pembelajaran diharapkan untuk lebih menaati aturan yang ada disekolah dan lebih menghormati guru disekolahnya dalam rangka menuju pendewasaan dalam berfikir, dewasa dalam bertindak dan dewasa dalam bertutur kata.
4.      Bagi peneliti, dalam hal ini adalah agar menjadi lebih peka terhadap pemasalahan sosial terutama pada aspek lingkungan sekolah sehingga sekiranya dapat membantu dalam menyelesaikan permasalahan mengenai lingkungan sosial di SMA Negeri 2 Palu
Ruang lingkup penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah disebutkan, maka diperlukan pembatasan ruang lingkup penelitian agar penelitian ini menjadi jelas dan terarah. Adapun pembatasan masalah mengenai pengaruh lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut :
a)      Lingkungan sosial dalam penelitian ini ruang lingkupnya dibatasi pada lingkungan sekitar sekolah yang mempengaruhi motivasi belajar siswa
b)      Motivasi belajar siswa dalam penelitian ini ruang lingkupnya dibatasi pada proses pembelajaran siswa selama mengikuti pelajaran IPS Geografi ( keantusiasan siswa dalam pembelajaran )
1.5.   Batasan Istilah
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam menafsirkan istilah-istilah yang ada pada penelitian ini maka dibutuhkan definisi operasional sebagi berikut :
Lingkungan sosial adalah suatu tempat atau wadah yang didalamnya terjadi kegiatan interaksi antara manusia dengan manusia.
Motivasi adalah dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tujuannya untuk mencapai sesuatu, motivasi berasal dari 2 faktor yaitu Internal ( dari dalam diri seseorang ) dan eksternal ( dari luar diri seseorang )


















BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS
2.1. Penelitian yang Relevan
Penelitian 1.
Judul Penelitian : Pengaruh Kehadiran Siswa Dalam Kelas Terhadap Tingkat Prestasi BelajarPKn di SMP 6 Katolik Santo Paulus Palu
Penulis            : Ni Made Kariasih ( A 321 06 016 ) skripsi tahun 2010
Permasalahan Penelitian : Mengenai Kehadiran Siswa dikelas, kehadiran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi siswa, apabila siswa tidak hadir dalam proses pembelajaran, maka siswa akan ketinggalan pelajaran sehingga berdampak kepada perkembangan prestasi belajarnya, disamping itu kehadiran siswa bisa merupakan gambaran tentang kedisiplinan dan ketertiban sekolah. Yang ingin diteliti adalah adakah atau benarkah ada pengaruh antara kehadirann siswa didalam kelas terhadap tingkat prestasi siswa?
Permasalahan yang belum terselesaikan berdasarkan penelitian ini adalah :
1). apakah atau bagaimana peranan guru dalam membuat suasana yang kondusif dalam pembelajaran dikelas sehingga dapat menekan atau mengurangi jumlah ketidakhadiran siswa dalam kelas? Artinys belum adanya peranan guru yang optimal/belum ada cara yang optimal dalam pengelolaan kedisiplinan dalam kegiatan pembelajaran dikelas.
2). Apakah prestasi siswa dalam pembelajaran hanya dipengaruhi oleh jumlah kehadiran siswa? atau ada faktor lain yang dapat mempengaruhi prestasi siswa dalam pembelajaran?
Kesimpulan Penelitian :
1). Kehadiran Siswa dalam Proses Pembelajaran sangat memberikan Pengaruh Positif terhadap Prestasi Belajar Siswa, sedangkan ketidakhadiran siswa dala proses pembelajaran memberikan pengaruh negatif terhadap prestasi pembelajaran dikelas.
2). Guru dapat meningkatkan kehadiran siswa dalam kelas dengan melakukan beberapa upaya seperti teguran dan melakukan bimbingan maupun pembinaan dan hukuman dengan diperketat dengan aturan-aturan yang berlaku disekolah.
Penelitian 2.
Judul Penelitian : Peranan Orang Tua Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Anak di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan
Penulis            : Asgaf Nado ( A 311 00 011 ) skripsi tahun 2007
Permasalahan Penelitian : mengenai pentingnya peranan orang tua dalam membangkitkan motivasi belajar anak, dimana orang tua adalah sebagai fasilitator anak dan sebagai dinamisator anak dalam menumbuhkan motivasi dalam pembelajaran.
Permasalahan yang belum terselesaikan berdasarkan penelitian ini adalah:   1). bagaimana sikap anak dalam menerima peran orang tua sebagai motivator belajar?
2). Apakah dengan motivasi belajar dari orang tua terhadap anak dirumah mempengaruhi motivasi belajarnya di sekolah? ( dikarenakan banyak yang mempengaruhi motivasi belajar disekolah, baik pengaruh teman sekelas, maupun dari sikap menerima anak terhadap guru mata pelajarannya)
Kesimpulan Penelitian : . Orangtua anak di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan telah mampu menumbuhkan motivasi belajar terhadap anak. Para orang tua akan berusaha semaksimal mungkin untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan dalam diri anak-anak mereka. Berbagai jenis motivasi dilakukan orang tua dengan berbagai cara seperti member perhatian, uang dan hadiah.
Penelitian 3
Judul Penelitian : Persepsi Siswa Terhadap Kebiasaan Mengajar Guru Sejarah di SMA Negeri 1 Palu
Penulis            : Iknatius D. Sineri ( A 311 98 031 ) Skripsi tahun 2008
Permasalahan Penelitian      : mengenai perbedaan cara mengajar serta kebiasaan mengajar guru dalam kelas, berbagai perbedaan guru dalam mengajar di kelas merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dikelas, banyak guru yang mengajar dikelas hanya dengan menggunakan 1 gaya mengajar, hal ini tetntu membuat rasa jenuh kepada siswa karena gurunya mengajar hanya dengan metode itu saja ( monoton ). Namun apabila guru memiliki berbagai cara mengajar ( variatif) mungkin siswa lebih tertarik mengikuti pelajaran dikelas. Lain halnya dengan kebiasaan guru, ada guru yang biasanya setelah memberikan tugas individu atau ulangan harian, ketepatan dan kecepatan waktu dalam memeriksa ada yang cepat ada juga yang lambat. Hal ini tentu mempengaruhi dalam proses pembelajaran. Hal ini mencerminkan bahwa gur tersebut siap untuk mengajar atau tidak siap.
Permasalahn yang belum terselesaikan adalah  belum dijelaskannya upaya yang optimal dari  pihak sekolah terhadap kebiasaan guru dalam mengajar dikelas.
Kesimpulan Penelitian :
1)..kebiasaan mengajar guru terdiri atas kebiasaan dalam penyajian materi, pengelolaan kelas, pemberian penguatan, penilaian, pemberian motivasi dan kedisiplinan.
2). Persepsi siswa terhadap kebiasaan guru mengajar menjadi 2, yaitu persepsi yang berkaitan dengan aspek positif dan persepsi dengan aspek yang masih perlu dibenahi dan dikembangkan.
Penelitian 4
Judul Penelitian         : Pengembangan Kemampuan Guru PKn dalam Mengelola Pembelajaran di SMP Wilayah Kecamatan Bolano Lambunu
Penulis            : Ari Fardiansyah ( A 321 06 027 ) skripsi tahun 2011
Permasalahan Penelitian      :yang ingin diteliti bagaimana kemampuan guru dalam mengelola kelas dalam proses pembelajaran, guru merupakan fasilitator dan mediator dalam proses pembelajaran dikelas. Guru harus seefisien mungkin dan sekreatif mungkin dalam mengelola pembelajaran dikelas sehingga dapat mempengaruhi motivasi belajar siswa.
Permasalahan yang belum diuraikan dalam penelitian ini adalah bagaimana sikap dan tanggapan siswa terhadap guru dalam mengelola kelas dengan tujuan untuk menciptakan suasana yang kondusif dalam pembelajaran dikelas? Apakah siswa menerimanya dengan sikap positif atau malah sebaliknya?
Kesimpulan Penelitian : Kemampuan guru dalam mengembangkan pengelolaan pembelajaran di SMP Negeri 1 Bolano Lambunu secara Konsep dan pelaksanaanya sudah memenuhi syarat standar kualifikasi akademik dan kompetensi guru. Namun  ada berbagai kendala dalam pengelolaan pembelajaran dikelas seperti kurangnya penguasaan materi, tidak tersedianya buku panduan, penjadwalan mengajar kurang tepat, minimnya pengalaman mengajar dan kurang tersedianya fasilitas atau media belajar.
Penelitian 5
Judul Penelitian : Penerapan disiplin dalam menciptakan kondisi belajar efektif pada pembelajaran PKn di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Al-Haq Palu
Penulis            : Maryam ( A 321 06 044 ) skripsi tahun 2011
Permasalahan Penelitian      : yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah sejauh mana penerapan disiplin yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan kondisi belajar yang efektif dalam kelas. Kedisiplinan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan seseorang dalam melaksanakan tugas. Sebagai contoh saja, seorang siswa yang disiplin dalam belajar, disiplin dalam waktu dan disiplin dalam mengemban tugas sebagai generasi penerus bangsa pastinya siswa tersebut akan berhasil. Sebaliknya bila seorang siswa itu tidak disiplin dalam segala hal, maka siswa itu tidak akan menjadi orang yang berhasil. Kebanyakan siswa memahami kedisiplinan dalam belajar dikelas itu adalah sebuat hukuman, atau merupakan tekanan yang berat yang diberikan oleh guru didalam kelas sehingga masih banyak siswa yang tidak mematuhi aturan dan tata tertib. Hal ini membuat siswa tidak memperhatikan pelajaran yang diberikan oleh gurunya ( karena siswa merasa tertekan dengan aturan-aturan )
Permasalahan yang belum terselesaikan adalah dalam penelitian ini, penulis hanya menjelaskan tentang penerapan disiplin dalam kelas untuk menciptakan suasana belajar yang efektif, penulis belum menjelaskan bagaimana cara merubah pandangan siswa terhadap pemahamannya tentang kedisiplinan sehingga bagi siswa penerapan disiplin bukanlah hal yang menakutkan namun merupakan hal yang membuat siswa itu berhasil dalam pembelajaran?.
Kesimpulan Penelitian : penerapan dispilin dikelas oleh guru di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Al-Haq Palu dapat menciptakan kondisi belajar yang efektif.
Penelitian 6
Judul Penelitian         : Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Minat Belajar Siswa SMP Di RW 6 Bamba Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara
Penulis                        : Marlina Mohammad ( A 311 99 021 ) skripsi tahun 2005
Permasalahan Penelitian      :  yang ingin diteliti dalam penelitian ini adalah mengenai adakah  pengaruh yang signifikan antara lingkunagn sosial dalam hal ini adalah lingkungan keluarga terhadap minat belajar siswa SMP di RW 6 Bamba Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara.
Permasalahan yang belum terselesaikan adalah dalam penelitian ini penulis hanya mengkaji dari sisi lingkungan keluarganya terhadap minat belajarnya saja. Penulis belum mengkaji dari segi lingkungan masyarakat dan lingkungan sekolahnya.
Kesimpulan Penelitian : Lingkungan sosial memberikan pengaruh yang besar terhadap pendidikan. Pengaruh tersebutada yang bersifat positif ada juga yang bersifat negatif.  
2.2. Kajian Pustaka
2.2.1. Hakikat Lingkungan Sosial
Menurut Eka Yunita (2011 : 2 ) lingkungan sosial adalah hubungan interaksi antara masyarakat dengan lingkungannya. Lebih lanjut Eka Yunita dalam artikelnya membagi lingkungan sosial yang menurutnya dibedakan menjadi 2 macam yaitu :Pertama lingkungan sosial primer,lingkungan sosial primer adalah yaitu lingkungan sosial dimana terdapat hubungan erat antara satu anggota dengan anggota lain, anggota satu saling kenal mengenal dengan baik dengan anggota lain Kedua lingkungan sosial sekunder, lingkungan sosial sekunder yaitu lingkungan sosial dimana hubungan antara anggota yang satu dengan anggota yang lain agak renggang.
(sumber : eka-yunita.blogspot.com diakses tanggal 1 Juni 2013 )
Definisi yang sama mengenai lingkungan sosial oleh Muhammad Addin Rizaldi (2012 : 1 ) bahwa lingkungan sosial adalah lingkungan antar manusia  yang meliputi pola-pola hubungan manusia serta kaidah pendukungnya yang berlaku dalam suatu lingkungan spasial ( keruangan ) yang mana ruang lingkupnyaditentukan oleh keberlakuan pola-pola hubungan sosial tersebut ( termasuk perilaku manusia didalamnya ), dan oleh tingkat rasa integrasi mereka yang berada didalamnya.
            (sumber : muhammadaddin18.blogspot.com diakses tanggal 1 Juni 2013 )
Lingkungan sosial adalah suatu lingkungan yang didalamnya terdapat terdapat interaksi antar individu dengan  individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dalam satu keruangan ( spasial ) dengan mengikuti kaidah-kaidah yang berlaku dalam adat istiadat masyarakat terkait.
2.2.2 Hakekat Motivasi 
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas arah dan ketekunan seorang individu untuk mencapai suatu tujuan. Tiga elemen utama dalam motivasi adalah intensitas, arah dan ketekunan.
Berdasarkan teori hierarki kebutuhan yang dikemukakan oleh Abraham Maslow dan berdasarkan teori x dan y yang dikemukakan oleh Douglas McGregor maupun teori motivasi kontemporer, menyebutkan bahwa motivasi adalah alas an yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seorang individu. Seseorang dikatakan mempunyai motivasi yang tinggi dapat diartikan orang tersebut memiliki alasan yang kuat untuk mencapai apa yang diinginkannya dengan mengerjakan pekerjaannya yang sekarang.
Lain halnya dengan pendapat yang berkembang dimasyarakat mengenai arti dari motivasi itu sendiri. Motivasi menurut pendapat yang berkembang dari masyarakat diartikan sebagai suatu semangat. Oleh karena itu perlu dipahami bahwa ada perbedaan dalam penggunaan istilah motivasi di masyarakat. ( sumber : id.wikipedia.org/wiki/motivasi, tanggal akses 19 Mei 2013 )
Pengertian motivasi sendiri menurut beberapa ahli berbeda dengan pengertian secara umum. Menurut Sumadi Suryabrata( 2005 : 71 ) dalam buku “Psikologi Anak Didik “ motivasi adalah keadaan yang terdapat dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna pencapaian suatu tujuan. Sementara itu Gates dan kawan-kawan mengemukakan bahwa motivasi adalah suatu kondisi yang mengatur tindakannya dengan cara tertentu. Adapun Greenberg menyebutkan bahwa motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan dan memantapkan perilaku kearah suatu tujuan. Menurut Mulyasa (2003 :112) motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya perubahan tingkah laku kearah tertentu dengan tujuan yang tertentu.  Seorang siswa akan bersungguh-sungguh dalam proses pembelajaran bila ia memiliki motivasi belajar yang sangat tinggi.
Demikian juga menurut pendapat Dimyati dan Mudjiono ( 2002 : 80 ) yang mengutip pendapat Koeswara yang menyebutkan bahwa siswa belajar karena didorong oleh kekuatan mental yang berupa keinginan dan perhatian, kemauan serta cita-cita yang ingin diraih oleh seseorang sehingga timbuah keinginan yang mengaktifkan, menggerakan, menyalurkan dan mengarahkan sikap dan perilaku individu dalam belajar.  Jadi dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar serta memberikan arahan pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai. Dalam motivasi belajar, dorongan adalah kekuatan mental untuk melakukan kegiatan dalam rangka pemenuhan harapan dan dorongan dalam artian adalah pencapaian tujuan.
a).  Fungsi Motivasi                                                                                                               Motivasi diperlukan dalam menentukan intensitas usaha belajar bagi pata siswa. Motivasi dapat dijadikan tolak ukur seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu  Menurut Djamarah ada 3 fungsi motivasi yaitu :
1.      Motivasi sebagai pendorong perbuatan. Motivasi berfungsi sebagai pendorong untuk mengetahui sikap apa yang seharusnya anak didik ambil dalam rangka pembelajaran:
2.      Motivasi sebagai penggerak perbuatan. Dorongan psikologis melahirkan sikap terhadap anak didik itu merupakan suatu perbuatan yang tak terbendung yang kemudian menjadi dalam bentuk gerakan psikofisik:
3.      Motivasi sebagai pengarah perbuatan. Anak didik yang mempunyai motivasi dapat menyeleksi mana perbuatan yang harus dilakukan dan mana yang harus diabaikan.
b). Jenis Motivasi                                                                                                          Menurut Dimyati dan Mudjiono motivasi adalah kekuatan mental individu yang memiliki 2 jenis tingkat kekuatan yaitu :
1.       Motivasi Primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar, motif dasar tesebut berasal dari aspek biologis atau jasmani manusia. Dimyati mengutip pendapat Mc.Dougal bahwa tingkah laku  terdiri dari pemikiran tentang tujuan danperasaan subjektif dan dorongan mencapai kepuasan seperti mencari makan, rasa ingin tahu dan sebagainya
2.      Motivasi Sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajari, motif  motivasi ini dikaitkan dengan lingkungan sosial, sikap dan emosi dalam belajar terkait komponen penting seperti afektif, kognitif dan psikomotor sehingga motivasi primer dan sekunder sangat penting bagi siswa dalam usaha pencapaian prestasi belajar.

c). Sifat Motivasi
Dalam menumbuhkan motivasi belajar, tidak hanya timbul dari dalam diri siswa saja tetapi juga berasal dari luar diri siswa. Dimyati dan Mudjiono ( 2002 :90 ) membagi 2 sifat motivasi yaitu :
1.      Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah motivasi yang timbul dari dalam diri pribadi individu itu sendiri tanpa adanya pengaruh luar dari individu. Contohnya seorang siswa berkeinginan untuk menjadi juara umum di sekolahnya sehingga ia termotivasi untuk belajar dengan giat.
2.      Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah dorongan terhadap perilaku seseorang yang ada diluar perbuatan yang dilakukannya. Dalam hal ini seseorang mendapatkan pengaruh dari luar pribadi dirinya sendiri. Contohnya seorang siswa bercita- cita menjadi juara karena diiming-imingi dengan hadiah bila ia menjadi juara.
Motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik sangat penting bagi siswa dalam proses belajar, dengan timbulnya motivasi intrinsic dapat menumbuhkan semangat belajar yang tinggi. Motivasi ektrinsik dapat berubah menjadi motivasi intrinsik ketika ada keinginan yang kuat dari dalam diri. Contoh seorang siswa giat belajar karena ingin meraih cita- citanya, bukan karena diiming-imingi oleh hadiah. ( Sumber : www.sarjanaku.com/home/pendidikan/pengertianmotivasimenurutparaahli.htm, diakses tanggal 19 Mei 2013 )
Slameta dalam bukunya “ Belajar dan faktor- faktor yang mempengaruhinya “ mengemukakan motivasi belajar siswa dapat dibangkitkan dengan cara sebagai berikut :
1.      Pergunakan pujian yang verbal, penerimaan sosial yang mengikuti suatu tingkah laku yang diinginkan dapat menjadi alat yang cukup dapat dipercaya untuk mengubah prestasi dan tingkah laku akademis kearah yang diinginkan. Kata-kata seperti “bagus”, “baik” yang diucapkan segera setelah siswa melakukan tingkah laku yang diinginkan, merupakan suatu motivasi belajar yang besar. Hal ini membuat siswa untuk lebih aktif dan antusias dalam pembelajaran.
2.      Pergunakan tes dalam nilai secara bijaksana
Kenyataan bahwa tes dan nilai dipakai sebagai dasar berbagai hadiah sosial, ( seperti penerimaan lingkungan, promosi, pekerjaan yang baik, uang yang lebih banyak dan sebagainya) menyebabkan tes dan nilai dapat menjadi suatu kekuatan untuk memotivasi siswa. Tapi tes dan nilai harus dipakai secara bijaksana, yaitu untuk memberikan informasi pada siswa dan untuk menilai penguasaan dan kemajuan siswa, bukan untuk menghukum atau membandingkan dengan siswa yang lain.
3.      Bangkitkan rasa ingin tahu siswa dan keinginan siswa untuk bereksplorasi. Dengan melontarkan masalah-masalah , pengajar dapat memunculkan suatu konflik konseptual yang merangsang siswa untuk bekerja dalam hal ini berpikir kritis terhadap permasalahan yang ada.
4.      Untuk mendapatkan perhatian dari siswanya, sekali-kali pengajar melakukan hal-hal yang dianggap menarik oleh siswanya, sehingga dapat memotivasi siswa dalam belajar. Hal-hal yang dapat dilakukan seperti memberikan kesempatan siswa untuk menyusun soal-soal yang terkait dengan materi, menceritakan permasalahan yang berkaitan dengan materi dan sebagainya.
5.      Merangsang hasrat siswa dengan jalan memberikan suatu hadiah yang akan diterima siswa bila siswa tersebut dapat menmberikan jawaban ataupun solusi dari permasalahan yang ada
6.      Agar siswa lebih mudah memahami bahan pengajaran, pergunakan materi-materi yang sudah dikenal siswa yang digunakan sebagai contoh model.
7.      Terapkan konsep-konsep atau prinsip-prinsip dalam konteks yang unik dan luar biasa agar siswa lebih terlibat dalam pembelajaran
8.      Sarankan siswa untuk menghubungkan hal-hal yang sudah dipelajarinya terhadap pelajaran yang sedang dipelajarinya. Tujuannya adalah untuk menguatkan daya konsep pelajaran sehingga siswa tidak mudah lupa terhadap materi yang diajarkan dan daya pikir siswa dapat lebih terkembang
9.      Pergunakan simulasi atau permainan pada materi yang terkait, kedua hal ini dapat memaksimalkan penyerapan tentang materi oleh siswa.
3.      Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Motivasi Belajar
Umumnya lingkungan sosial yang mempengaruhi motivasi belajar siswa adalah sebagai berikut :
a).Lingkungan sosial dalam keluarga
Lingkungan sosial dalam keluarga adalah faktor utama dalam penumbuhan motivasi siswa dalam belajar. Keluarga merupakan wadah sosialisasi yang pertama bagi seorang anak sebelum berinteraksi dengan lingkungan diluar yang lebih luas. Undang- undang sistem pendidikan nasional pasal 10 ayat 4 yang berbunyi : “Pendidikan keluarga merupakan bagian dari jalur pendidikan luar sekolah yang diselenggarakan dalam keluarga yang memberikan keyakinan agama, nilai budaya, nilai norma dan ketrampilan. “
Suasana yang kondusif dalam lingkungan keluarga dapat menumbuhkan motivasi dan minat belajar seseorang yang sangat berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar. Sebaliknya bila suasana dalam keluarga tidak kondusif seperti adanya broken home dalam keluarga sangat mempengaruhi semangat belajarnya dan dapat menurunkan prestasi belajarnya disekolah. ( Sumber : Paul Rumondor, 2005, pengaruh pola asuh orang tua terhadap prestasi anak )
Motivasi orang tua terhadap anaknya menjadi salah satu faktor utama sebagai pendorong semangat belajar khususnya IPS Geografi.  Orang tua merupakan salah satu unsur yang sangat dekat dengan anak ketika mereka berada di luar jam sekolah. Peranan orang tua sangat menentukan dalam membangkitkan minat belajar siswa. Kemajuan dan kemunduran prestasi siswa ditentukan oleh kemampuan orang tua siswa dirumah dalam memberekian informasi mengenai mata pelajaran khususnya IPS Geografi, pemenuhan kebutuhan di sekolah dan yang paling utama adalah membimbing anaknya belajar di rumah.
Namun pada kenyataannya tidak semua orang tua dapat menjalankan fungsinya sebagaimana yang diharapkan. Ada orang tua yang karena kesibukannya masing- masing lupa akan tugasnya sebagai pembimbing anaknya di rumah, kurangnya perhatian orang tua untuk mempersiapkan kebutuhan belajar anaknya ditambah lagi penerapan pola asuh anak dalam  keluarga berdampak pada proses pembelajaran di sekolahnya.
Dalam realita itu orang tua memiliki kewajiban untuk menciptakan suasana yang nyaman di dalam rumah sehingga anak merasa senang dan betah berada di rumah. Karena keberhasilan belajar siswa ditentukan oleh keharmonisan dalam keluarga.
b). Lingkungan Sosial dalam pergaulan
Lingkungan bergaul anak merupakan faktor kedua terhadap motivasi belajar siswa di sekolah. Lingkungan pergaulan sangat mempengaruhi kesiapan mental dan fisik seseorang terhadap proses belajarnya disekolah.  Dalam bergaul, seorang siswa harus memilih teman yang tepat untuk diajak bergaul. Alasannya sederhana, apabila siswa memilih teman yang baik, rajin belajar, maka sifat temannya tersebut akan menular keteman lainnya juga sebaliknya bila seorang siswa tersebut memilih teman yang kurang baik, gemar mabuk, kehidupannya selalu foya- foya maka sifat buruk tersebut secara otomatis menular ke teman lainnya juga sehingga berpengaruh terhadap proses belajar di sekolahnya.
Hal demikian terjadi karena adanya ikatan yang kuat antar teman seperti kata peribahasa bijak mengatakan bila seseorang menaburkan minyak wangi di tubuhnya maka aromanya akan mengenai tubuh kita sehingga tubuh kita juga akan ikut wangi. Untuk menghindari dampak negatif dari lingkungan pergaulan ada baiknya orang tua berperan dalam membantu anak dalam memilih teman, menasihati cara memilih teman yang baik.
Memanglah peran orang tua sangat penting bagi anaknya ketika dalam anaknya bergaul dengan orang lain, namun hal ini tidak berguna bila didalam keluarga anak itu sendiri mengalami masalah orang tua ( broken home) sehingga anak lebih mendengarkan kata temannya.  
Tidak sedikitpun orang tua yang memberi peran tersebut kepada sekolah anaknya. Ini menggambarkan seolah-olah kewajiban sebagai orang tua selesai ketika anaknya berada disekolah. Padahal dari sisi waktu saja anak berada di sekolah hanya berkisar 8 jam, sedangkan sisanya merupakan tanggung jawab orang tua.memang tidak adil kedengarannya bila semua tanggung jawab tersebut dibebankan kepada sekolah.
(sumber : http//.anneahira.com/pengaruh lingkunagn sosial terhadap prsetasi belajar/html, tanggal akses 2 Maret 2013 ).
c).  Lingkungan Sekolah
Lingkungan sekolah adalah lingkungan yang paling mempengaruhi prestasi dan minat belajar siswa khusunya untuk mata pelajaran IPS Geografi. Baiknya pemilihan sekolah oleh anak juga mendukung motivasi belajar siswa. Adanya guru atau tenaga pengajar yang bagus sangat mendorong minat anak untuk belajar di sekolah atau adanya fasilitas sekolah yang begitu lengkap juga mempengaruhi motivasi belajar.. Karena itulah dalam pemilihan sekolah harus berhati- hati jangan memilih sekolah hanya karena gedungnya mewah, strategis tempatnya, dekat dari rumah atau berbagai alasan lainnya, namun pilihlah sekolah yang benar- benar membuat siswa merasa betah, nyaman, damai dan tentram dalam belajar sehingga memberi dampak positif bagi siswa.
(sumber : http//.anneahira.com/pengaruh lingkungan sosial terhadap prsetasi belajar/html, tanggal akses 2 Maret 2013 ).
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar lingkungan sekolah memberikan dampak positif terhadap peningkatan belajar antara lain sebagai berikut :
1). Fasilitas yang lengkap dan berkualitas tentu dapat meningkatkan semangat dan minat belajar siswa di sekolah khususnya mata pelajaran geografi. Mata pelajaran geografi memang menuntut adanya fasilitas lengkap mengenai ilmu bumi, seperti aplikasi arcgis 10 yang digunakan untuk memetakan suatu wilayah dengan memperhatikan koordinat, atau adanya alat pengukur cuaca, globe, peta, atlas dan berbagai fasilitas lainnya.
2). Adanya teman yang rajin atau yang memiliki prestasi bagus yang tentunya   mendorong siswa untuk lebih giat belajar agar bisa melebihi teman- temannya
3). Sekolah yang baik memiliki guru- guru yang berkualitas, baik dari cara mengajarnya, cara penampilannya, kesopanannya atau cara mereka mengarahkan siswanya kearah yang baik.
2.3 Kerangka Pemikiran                                                                                         
Kerangka Pemikiran menurut Dr. H. Ahmad Ramadhan, M.Kes dalam Panduan Penyusunan Tugas Akhir FKIP UNTAD ( 2013 : 3 ) merupakan alur pemikiran guna memecahkan masalah yang diteliti tersebut.
Penelitian Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu diawali dengan observasi awal untuk mengidentifikasi permasalahan yang ada dilokasi penelitian. Setelah melakukan observasi, peneliti melakukan wawancara terhadap beberapa narasumber. Kemudian untuk lebih memahami permasalahan, peneliti melakukan kajian pustaka yang berhubungan dengan permesalahan yang ada. Kajian pustaka yang dilakukan adalah mencari referensi yang relevan yang mendukung topik permasalahan penelitian. Dari berbagai referensi yang relevan baik dari perpustakaan ataupun internet,  hipotesis penelitian dapat  dirumuskan berdasarkan rumusan masalah. Namun untuk menguji hipotesis, dilakukan berbagai metode-metode penelitian ,metode yang digunakan adalah metode hubungan kausal yaitu metode yang mencari hubungan variabel X dengan variabel Y. Teknik pengumpulan data yang digunakan ada 4 teknik yaitu observasi, wawancara, angket dan dokumentasi. Setelah itu dilakukan analisis data secara inferensial untuk menguji validitas data dan menguji koefisien korelasi sehingga pada tahap akhir diperoleh hasil. Berdasarkan permasalahan dan kajian pustaka serta metode yang telah dipaparkan, maka kerangka pikiran perumusan hipotesis adalah sebagai berikut :
















SMA Negeri 2 Palu
Observasi Awal untuk mengidentifikasi permasalahan lingkungan sosial terhadap motivasi belajar


 


Tinjauan Pustaka
Rumusan Masalah : apakah lingkungan sosial berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu? “

                                                                                   
Hipotesis :
 H0         : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu
H1          : Ada pengaruh postif yang signifikan antara lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu

Metode Penelitian :Metode Hubungan Kausal
Variabel
Teknik Pengumpulan Data
Variabel Bebas : Lingkungan Sosial  ( Variabel X )
Variabel Terikat : Motivasi Belajar ( Variabel Y )
Observasi
Wawancara
Dokumentasi
Angket
Analisis Data
Analisis Inferensial
Uji Validitas dan Reabilitas
Uji Koefisien Korelasi
Hasil
 













                                    Gambar 1. Skema Alir Kerangka Pikir Penelitian
2.4 . Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berpikir. Untuk menjawab masalah, maka jawaban sementara yang akan diuji kebenarannya adalah :
H0                : Tidak ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu
H1                : Ada pengaruh postif yang signifikan antara lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi di SMA Negeri 2 Palu









BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Tujuan digunakannya metode penelitian kuantitatif di SMA Negeri 2 Palu adalah untuk mencari sebab-akibat dari permasalahan mengenai pengaruh lingkungan sosial terhadap motivasi belajar siswa dalam pembelajaran IPS Geografi dengan mengambil sampel penelitian dari populasi penelitian.
3.2.   Jenis Metode Penelitian /Rancangan Penelitian                    
Jenis metode yang digunakan adalah metode hubungan kausal. Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat antara variabel X(Independen) dengan variabel Y(Dependen). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, variabel independen adalah variabel yang bebas, artinya variabel ini mempengaruhi variabel yang lainnya. Sedangkan variabel dependen adalah variabel yang terikat karena variabel ini berubah dan muncul tergantung variabel yang lainnya.
3.3. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 2 Palu Kelurahan Lolu Selatan Kec. Palu Selatan dengan luas sekolah ± 3000M². letak geografis Kelurahan Lolu Selatan adalah sebagai berikut :
      Sebelah Utara              : berbatasan dengan Kel. Lolu Utara
      Sebelah Timur             : berbatasan dengan Kel. Tanamodindi
      Sebelah Selatan           : berbatasan dengan Kel. Tatura
      Sebelah Barat              : berbatasan dengan Kec. Palu Barat
Penelitian ini direncanakan berlangsung dari bulan November sampai Februari 2014. Penelitan terdiri dari 14 tahapan berdasarkan jenis aktivitasnya dengan tahapan penelitian sebagai berikut :
1)      Pencarian bahan observasi dan penyusunan  proposal
2)      Konsultasi dosen pembimbing
3)      Ujian Proposal
4)      Revisi Proposal
5)      Pengurusan Surat Izin Penelitian
6)      Pelaksanaan Penelitian
7)      Pengolahan dan analisis data penelitian
8)      Seminar Hasil Penelitian
9)      Revisi Hasil Penelitian
10)  Penyusunan Jurnal Ilmiah
11)  Bimbingan Skripsi
12)  Pengurusan surat pelaksanaan ujian skripsi
13)  Ujian Skripsi
14)  Revisi Skripsi
3.3.      Variabel Penelitian                                                                  
Penelitian ini bersifat korelasi variabel sehingga hubungan antara variabel X dengan variabel Y adalah:
Y
X
                             

Keterangan :
X = Lingkungan Sosial ( Sekolah )
Y = Motivasi Belajar
3.5 Populasi Penelitian, Sampel dan Teknik Pengambilan Sampel
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2011:117). Populasi dalam penelitian ini sebanyak 51 siswa maka populasi penelitian yang akan diambil adalah 51 siswa tersebut yang berasal dari seluruh kelas XI IPS di SMA Negeri 2 Palu sehingga penelitian ini adalah penelitian populasi.
3,6 Alat dan Bahan ( Instrumen Penelitian )                                 
Instrumen merupakan suatu alat bantu yang digunakan dalam melakukan penelitian, tujuan dari adanya instrumen ini yaitu untuk memberi kemudahan kepada peneliti dalam melakukan penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Instrumen penelitian yang digunakan peneliti saat meneliti di SMA Negeri. 2 Palu adalah berupa angket ( kuisioner ). Angket digunakan untuk mengungkapkan pengaruh lingkungan sosial dalam sekolah terhadap motivasi siswa dalam pembelajaran Geografi Setiap kuesioner memiliki item pertanyaan dengan alternatif pilihan jawaban dan masing–masing memiliki skor yang berbeda–beda.
3.7 Teknik pengumpulann data
Pengambilan data atau sumber data dalam penelitian ini dibagi menjadi 2 yaitu pengambilan data primer dan data sekunder. Data primer adalah data penelitian yang diperoleh dari data mentah kemudian diolah menjadi sebuag data. Data primer contohnya adalah data observasi, wawancara, angket atau kuisioner. Sedangkan data sekunder adalah data yang sudah ada dan sudah menjadi data yang valid yang berasal dari instansi terkait. Data sekunder contohnya daftar guru, daftar siswa dan sebagainya.
1)      Observasi
Observasi adalah kegiatan awal yang dilakukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian. Tujuan dari observasi adalah untuk melihat berbagai fenomena yang ada yang berkaitan dengan bahan penelitian sehingga peneliti dapat menrumuskan permasalahan yang ada dan dapat membuat kesimpulan sementara ( Hipotesis ).
2)      Wawancara ( interview )
Wawancara adalah kegiatan saling berinteraksi yang dilakukan antara peneliti dengan objek penelitian ataupun narasumber lainnya yang berkaitan dengan penelitian yang bertujuan untuk memperoleh informasi yang akurat ataupun sebagai bahan tambahan informasi yang ada ( memperjelas informasi permasalahan ). Sifat wawancara beragam, ada yang terstruktur, bebas  dan kombinasi.
3). Dokumentasi.                                                                                                   Dokumentasi adalah teknik memperoleh informasi melalui bermacam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada responden atau tempat tinggal responden dan sebagainya.  Contoh dokumentasi adalah foto-foto, surat-surat dan sebagainya.
4). Angket                                                            
             Angket adalah suatu alat pengumpul data yang berupa serangkaian pertanyaan yang diajukan pada responden untuk mendapatkan jawaban. Hal ini dipandang perlu dalam menambah masukan data yang menunjang dalam penelitian sesuai dengan penelitian yang dilakukan. ( Sumber Depdikbud:1975, dalam media informasi.blogspot.com 2012, tanggal akses 21 Mei 2013 ) Sumber data dalam penelitian ini adalah Guru Bidang Studi, Wali Kelas XI IPS dan seluruh siswa kelas XI IPS untuk dijadikan populasi penelitian.
3.8  Teknik Analisis data
1). Analisis Inferensial
Analisis inferensial adalah teknik pengolahan data untuk menarik kesimpulan berdasarkan hasil penelitiannya pada sejumlah sampel terhadap populasi. Analisis inferensial ini digunakan untuk menguji hipotesis yang diajukan dengan menggunakan teknik analisis data sebagai berikut:
·         Uji Validitas dan Realibilitas
Untuk mengukur kualitas data, pada setiap pertanyaan yang mewakili masing-masing variabel dilakukan uji validitas dan realibilitas. Pertanyaan yang dianggap valid (sah) dan realiabel (andal) dapat digunakan untuk proses analisis data selanjutnya. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan program komputer (Software) aplikasi Statistical Package for Social Science (SPSS) versi 16.0 (SPSS16) yang dibuat oleh SPSS Inc tahun 1989-2007.

·      Uji Koefisien Korelasi
Analisis inferensial yang digunakan untuk menguji hipotesis dengan menggunkaan hipotesis Product Moment Pearson. Menurut Sugiyono  ( 2011: 215) statistik korelasi produk moment atau biasa disebut korelasi Product Moment Pearson adalah teknik statistik dalam uji hipotesis bila dalam hipotesisnya terdapat hubungan antara satu variabel independen ( X ) dengan satu variabel dependen ( Y )  . Dalam hal ini variabel independennya adalah Lingkungan Sosial ( sekolah ) dan variabel dependennya adalah motivasi belajar. Adapun   rumus yang digunakan untuk menghitung koefisien korelasi sebagai berikut:
rxy =     Rumus 1

            rxy =  Rumus 2
 Keterangan:
rxy         = Koefisien Korelasi
N         = Jumlah Responden
X         = Variabel Lingkungan Sosial
Y         = Variabel Motivasi Belajar
Rumus yang pertama digunakan bila hanya ingin menguji hubungan antar 2 variabel saja, sedangkan rumus yang kedua digunakan bila ingin mengitung sekaligus persamaan regresinya. Kemudian untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi yang ditemukan tersebut besar atau kecil, maka dapat berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel berikut :
                                                                   Tabel 2.
Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi
Terhadap Koefisien Korelasi
Interval Koefisien
Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199
Sangat Rendah
0,20 – 0,399
Rendah
0,40 – 0,599
Sedang
0,60 – 0,799
Kuat
0,80 – 1,000
Sangat kuat
Sumber : (Sugiyono, 2011 : 257)                                           






                                               
DAFTAR PUSTAKA
Achmad Ramadhan dkk,( 2013), Panduan Tugas Akhir Skripsi dan Artikel Penelitian, Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
Anonimus,____ Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta, Depatermen Pendidikan dan Kebudayaan.
Anonimus, (2013). Daftar Guru Tetap dan Guru Honor SMA Negeri 2 Palu
Anonimus, (2013). Daftar Siswa SMA Negeri 2 Palu Bulan April
Anonimus, (2013). Motivasi dan teori hierarki[Online] id.wikipedia.org/wiki/motivasi, [19 Mei 2013]
Anneahira.com/pengaruhlingkungansosialterhadappresatsibelajar/html[Online]-[2 Maret 2013]
Djamal, H, (2008). Psikologi Pendidikan, Jakarta : PT.Bumi Aksara
Eka Yunita, (2011). Lingkungan Sosial Masyarakat,[Online-html]eka-yunita.blogspot.com [1 Juni 2013]
Fardiansyah, Ari. (2011). Pengembangan Kemampuan Guru PKn dalam Mengelola Pembelajaran di SMP Wilayah Kecamatan Bolano Lambunu. Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Karniasih, Ni Made. ( 2010 ). Pengaruh Kehadiran Siswa Dalam Kelas Terhadap Tingkat Prestasi BelajarPKn di SMP 6 Katolik Santo Paulus Palu. Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Maryam. (2011). Penerapan disiplin dalam menciptakan kondisi belajar efektif pada pembelajaran PKn di Madrasah Tsanawiyah Muhammadiyah Al-Haq Palu.Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Mohammad, Marlina. (2005 ). Pengaruh Lingkungan Sosial Terhadap Minat Belajar Siswa SMP Di RW 6 Bamba Kelurahan Panau Kecamatan Palu Utara. Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Muhammad Addin Rizaldi, (2012). Pengertian lingkungan sosial[Online] muhammadaddin18.blogspot.com [ 1 Juni 2013]
Nado,Asgaf. (2007). Peranan Orang Tua Dalam Membangkitkan Motivasi Belajar Anak di Kelurahan Ulunambo Kecamatan Menui Kepulauan. Skripsi S1pada FKIP Universitas Tadulako Palu : tidak diterbitkan
Nuryadil,( 2009). Materi Kuliah Statistika Dasar , Palu
Rumondor, Paul, (2005). Studi Kasus Pola Asuh Anak Dalam Keluarga terhadap Prestasi Belajar Siswa. Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Sineri, Iktanius.D, (2008). Persepsi Siswa Terhadap Kebiasaan Mengajar Guru Sejarah di SMA Negeri 1 Palu. Skripsi S1 pada FKIP Universitas Tadulako Palu: tidak diterbitkan
Slameta, (2004). Belajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, Jakarta : PT.Asdi Mahasatya
Sugiono, (2011). Metode Penelitian Pendidikan, pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan Research and Depelopment , Bandung: Alfabeta,
Usman H.B. dkk, 2005 Universitas Tadulako , Pedoman Penyusunan Dan Penilaian Karya Ilmiah
Yasin, Sanjaya, _____, Pengertian Motivasi menurut Para Ahli Definisi Fungsi Jenis Sifat  Teori Ciri[Online], http://www.sarjanaku.com/2012/04/pengertian-motivasi-menurut-para-ahli.html [19 Mei 2013]




geoarena.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar